Rabu, 24 Februari 2016

Tips Menghadapi Interview atau Wawancara Kerja

Assalamualaikum Sahabat Nisrina,

Tips Menghadapi Interview atau Wawancara Kerja

Tips Menghadapi Interview atau Wawancara Kerja

Interview atau wawancara kerja adalah salah satu proses dalam perekrutan karyawan. Pada bagian ini selalu timbul perasaan grogi, panik maupun takut salah menjawab. Berikut merupakan tips menghadapi wawancara kerja.

1.       Berangkat Lebih Awal.
Usahakan untuk berangkat ke tempat wawancara lebih awal. Jika daerah tersebut kurang anda kuasai, maka usahakan mencari tempat wawancara tersebut pada hari sebelumnya. Setelah itu ukur jarak agar anda bisa mengatur waktu dan tidak datang terlambat. Hal ini juga bisa menghindari masalah yang bisa terjadi dijalan semisal macet ataupun kerusakan pada kendaraan anda. Anda juga bisa merapikan kembali pakaian dan makeup setiba di lokasi wawancara.

2.       Penampilan dan Pakaian.
Perhatikan penampilan anda mulai potongan rambut,  aksesoris yang anda pakai, pakaian, celana, sepatu, dan kesesuaian warna pakaian serta kerapihan. Jika anda pernah tahu “Jangan melihat orang dari penampilan luarnya saja” ini tidak akan berlaku pada saat wawancara.  Gunakanlah  pakaian sesuai dengan profesi atau lamaran kerja yang telah anda apply. Minimal gunakan pakaian standar formal baik atasan maupun bawahannya.

3.       Cari Tahu Tentang Perusahaan Yang Anda Lamar.
Ini sangat perlu diperhatikan karena kebanyakan perusahaan akan menanyakan “Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?” . Jika sampai anda tidak mengetahui, maka siap siap anda tidak bisa diterima atau bisa juga di anggap meremehkan perusahaan . Maka dari itu  ada baiknya sebelum melamar maupun sesudahnya anda mencari tahu tentang perusahaan yang anda lamar. Seperti mulai dari alamat, bergerak di bidang manakah, berapa lama berdiri dan lain lain yang anda bisa dapatkan dengan mudah lewat browsing pada Google.

4.       Biarkan Pewawancara  Memulai Pembicaraan.
Saat bertemu dengan Pewawancara , pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Pewawancara akan mengetahui karakter yang anda punya  melalui cara Anda berjabat tangan. Berikan kesempatan kepada Pewawancara untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama Anda, menjelaskan tugas Anda, dan posisi Anda. Hal ini akan memberikan kempatan kepada Anda untuk mencerna informasi dari Pewawancara.

5.       Berikan Jawaban Yang Singkat dan Jelas. 
Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan yang sebaiknya dijawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan Anda untuk keluar  dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda?”, “Kesalahan apa yang pernah Anda buat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya. Usahakan Anda menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan pewawancara. Jika anda ditanya Kelebihan dan Kekurangan anda, sebaiklah jawab yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda lamar. Carilah kelebihan kekurangan anda dalam pekerjaan tersebut.  Bukan jawaban  seperti mempunyai sifat pemarah, gampang bosan atau yang lainnya.

6.       Aktif dalam Percakapan.
Anda bisa menciptakan hubungan yang akrab dengan pewawancara . Yakni dengan menanyakan seperti peraturan perusahaan , hari operasional, kebijaksanaan perusahaan yang Anda dapatkan jika diterima untuk bekerja (Gaji, jamsostek, tunjangan hari raya, dll). Tapi perhatikan pula bagi anda para Fresh Graduate atau yang belum memiliki pengalaman kerja . Jangan terlalu terpaku dengan gaji, karena perusahaan lebih menyukai orang yang bekerja membangun perusahaan serta mengembangkan karir. Tetapi bagi yang sudah berpengalaman membahas gaji adalah bukan hal yang dilarang. Serta terapkan sikap rendah hati dan jangan seolah meremehkan persyaratan yang diberikan perusahaan walaupun anda memiliki segudang pengalaman.

7.       “Kenapa  kami harus menerima Anda di perusahaan kami ?”.
Pertanyaan diatas akan selalu ada. Sebaiknya jawab dengan memulai “jika saya diterima.. maka saya akan...” , “setelah saya diterima, saya akan...” atau bisa juga gunakan rangkaian kalimat yang anda buat. Usahakan untuk tidak mengucap kalimat yang “mengemis” pada perusahaan, jawablah dengan antusias dan yakinkan bahwa anda memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan. Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada pewawancara  karena  telah diberikan kesempatan untuk wawancara meskipun Anda nantinya bisa jadi anda tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk mengikuti perkembangan sejauh mana hasil dari wawancara. Anda bisa menghubungi perusahaan untuk menanyakan hasil wawancara.

Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> /http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar